30 Apr 2011

Sahabat Saya, Bintang Saya

Ketika saya mengecek twitter pagi ini, saya menyadari ada message dari seorang sahabat saya yang belum terbalas. Seseorang yang sudah sekian lama, menjadi salah satu tempat saya berpulang ketika saya mencari kekuatan. Meskipun dia berada jauh di seberang sana, dia selalu terasa dekat. Email, Twitter, Facebook, SMS, Chatting, kami sudah melalui semua itu. Pertama saya pikir, itu semua yang bisa memapas jarak diantara kita. 


Begitu juga dengan salah satu sahabat saya yang sekarang sedang melanjutkan studinya di luar negri. Pada awalnya ketika dia akan pergi, saya berpikir semua akan terasa sulit. Tidak ada lagi orang yang selalu saya gentayangin setiap hari. Tawa-tawa yang biasa dibagi akan sulit didapat lagi. Saya takut kesepian. Jadi kemarin itu begitu berat rasanya melepas dia pergi. Saya sampai terjaga di malam sebelum dia berangkat. Diam-diam berharap punya kemampuan untuk mengulur-ngulur waktu. Namun sekali lagi, ternyata dengan semua alat komunikasi yang ada, kesepian itu tidak terlalu menyiksa. Dia tetap saja terasa dekat. Jarak bisa tidak terlalu berarti.


Tapi ternyata pagi ini ketika membaca lagi pembicaraan kami lewat message dan media-media lain, saya tiba-tiba menyadari, bukan itu semua itu yang tetap membuat saya merasa dekat dengan mereka. Saya menyadari "KETULUSAN" lah yang membuat semua jarak itu terpangkas.


Ketulusan untuk menanyakan kabar satu sama lain, ketulusan untuk selalu ada ketika dibutuhkan, ketulusan untuk selalu berlari kepada satu sama lain ketika kita dirundung masalah dan ragu, ketulusan untuk selalu berbagi semangat, ketulusan untuk selalu berbagi kebahagiaan, ketulusan untuk selalu berbagi mimpi, ketulusan untuk selalu berbagi apa saja.


Pada akhirnya ketulusan untuk peduli atas satu sama lain. Bukan hanya sekedar basa-basi biasa dengan maksud terselubung.


Dan saya bersyukur sekali bisa diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang yang membuat saya bisa belajar berbagi ketulusan itu.


Pagi ini karena percakapan dengan kedua orang sahabat itu, saya teringat akan satu qoute yang pernah saya baca entah di mana:
"Sahabat itu seperti bintang. Mereka tidak selalu kelihatan, tapi mereka selalu ada."


Benar. Sahabat-sahabat saya itu tidak bisa saya lihat setiap harinya tapi mereka selalu ada untuk saya, meskipun di seberang sana. Karena kita terhubung benang yang disebut ketulusan.

1 komentar:

  1. aauuwwwwwww,,apakah salah satunya gw? *gr mode :P
    kelo juda tmasuk da anti?
    love u sis :*
    one of the best friend of mine *pelukcium
    take care :*:*:*

    BalasHapus