Pertama melihat judul buku ini, rasa penasaran saya langsung timbul. Ingin tahu, apa yang sekiranya isi dari buku tersebut. Apakah yang membuat buku itu diberi judul dengan kata 'curhat cinta'.
Terlebih lagi ketika saya mengetahui dari pengarangnya sendiri, bahwa ini adalah bentuk curhatan cintanya dalam kehidupan nyata. Saya makin penasaran untuk membaca. Karena bukankah mendengar curhat cinta seseorang itu seperti mengandung kesenangan tersendiri?
Dan ternyata buku ini benar-benar spesial. Banyak perasaan cinta yang tersampaikan dengan kata-kata indah.
Buku ini berisikan cerita pendek, tweets, surat-surat, dll. ungkapan-ungkapan cinta yang tidak terpaku oleh jenis bentuk karangan. Saya tidak bisa berhenti tersenyum dan terenyuh membaca penyampaian cinta yang ditulis Kak Wangi.
Beberapa yang menjadi favorit saya contohnya adalah:
"LAST LETTER FOR ROMEO"
"The way you spent your time through calling me every night until i fell asleep. And you always texted me when i needed you the most. Happiness was all around. Would it be ever happen again?"
Kutipan itu saya anggap sangat mewakili perasaan patah hati. Surat untuk Romeo itu benar-benar membuat saya tertegun membacanya. Ketika penyesalan selalu datang belakangan. Ketika kita baru tahu bahwa seseorang itu amat berharga saat kita kehilangan dia.
Lalu ada lagi, "THE E-LOVE LETTERS"
berisikan 13 surat cinta untuk seorang pria. Spesialnya karena surat cinta itu masing-masing ditulis dari negara yang berbeda. Paris, London, New York, Dublin antara lain menjadi latarnya. Membaca surat-surat tersebut membuat saya merasa ikut dibawa berada di negara tersebut. Dan saya ikut merasa jatuh cinta dan bertanya-tanya terhadap kekasihnya, seperti yang dialami si penulis surat tersebut.
"Uda, aku rindu senyum Uda. Sayang sekali, senyum Uda tak bisa dikirimkan lewat surat."
"Akankah kita berakhir bahagia? menikah? menghabiskan sisa waktu kita bersama selamanya? kalo iya, bisakah kita menikah di Praha, Uda?"
Serta ada lagi kumpulan tweets #DearUda yang sukses membuat saya cekikikan sendiri.
Rasa patah hati, jatuh cinta, ragu, marah yang digambarkan di dalam buku ini dengan cerita-cerita yang berbeda, membuat buku ini menjadi wajib untuk dibaca. Kak Wangi benar-benar berhasil melukiskan semuanya dengan bahasa yang menyentuh dan lugas.
Curhat Cinta & Secangkir Caffeine membuat saya tenggelam dalam kisah-kisahnya :)

awww.. citra.. it was good reading your review... thanks a bunch yah dear : *
BalasHapus