3 Jun 2011

Hitomi No Juunin (my current favorite song)

Jadi belakangan ini saya sedang senang banget denger salah satu lagu lama milik band asal jepang Larc-en -ciel. Pertama denger lagu ini waktu jaman SMP. Suka banget dengan konsep video klip dan gaya nyanyi vokalisnya yang mendayu-dayu.

Kemarin waktu lagi nostalgia inget-inget lagu jaman SMP, keinget lagu ini. Dan voila! sekali denger lagu ini, langsung deh saya ga bisa berhenti. Hitomi No Juunin sekarang jadi lagu yang keputer terus-terusan dari semua player yang saya punya. Dari pagi sampai malam. Simply, saya ga bisa berhenti untuk dengerin lagu ini.

Lalu iseng-iseng cari arti lirik di lagu ini. Betul aja loh! ini lagu super romantis. Begitu tau artinya, saya langsung ngebayangin nyanyiin lagu ini buat pacar masa mendatang. Sweet banget pasti. Tapi lebih sweet kalau ada yang nyanyiin buat saya :D

Hitomi No Juunin

Sakazoe kirenai demo sukoshino saigetsu ha nagare
ittai kimi wo kotowo dorekurai wakatterunokana
yubisaki de chizu tadoru youniha umaku ikanaine
kizuiteiruyo fuan souna kao kakushiteru kurai

isogi ashi no ashita heto teikou suruyouni
kake mayotte temo
fushigina kurai kono mune ha kimi wo egakuyo
miagereba kagayaki ha iroasezu afureteita

donna toki mo terashiteru
ano taiyou no youni naretanara ...
mou sukoshidake kimi no nioi ni dakarete itaina
soto no kuuki ni kubiwa wo hikare

boku ha se wo muketa
shiroku nijinda tameiki ni shirasareru
toki wo kurikaeshigara futo omounosa
naze boku ha kokoni irundarou

soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
utsuriyuku shunkan ha sono hitomi ni sunde itai
dokomademo odayakana shikisai ni irodorareta
hitotsu no fuukeiga no naka yorisouyouni

toki wo tomete hoshii eien ni ...
soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumeteitai
utsuriyuku shunkan ha sono hitomi ni sunde itai
itsuno hi ka azayakana kisetsu heto tsuredasetara

yukiniyouni sorani saku hanano motohe hana no motohe


Translet lirik yang saya temukan di google (blog: AK07) adalah sebagai berikut:
Livin in Your Eyes
I can’t count how long… but some time has passed
I wonder just how much I know about you?
Following along the map with my finger isn’t doing too much
I notice your uneasy face, though you are hiding it
As though resisting the face paced day that will be tomorrow
Even though I run about, it’s strange… my heart sketches you
        
When I looked up, radiance filled the sky, without fading
 If only we could have been like the sun, shining all the time

I want to be held by your scent… for just a little longer
The air outside pulls at my collar, then I turned my back on it


My sighs, blurred white, tell me of the season
While repeating it all, suddenly I thought… why am I here?


I want to be by your side forever, gazing at your smile
I want to live each changing moment in your eyes
In that one scene, forever colored in gentle hues
In order for us to be closed, I want time to stop forever


I want to be by your side forever, gazing at your smile
I want to live each changing moment in your eyes
If one day I can take you out to a brilliant season
To where the flowers are, blooming in the sky like snow… to where the flowers are

14 Mei 2011

Bersyukur

Belakangan ini hati saya terasa dipenuhi rasa syukur yang suka muncul tiba-tiba. Aneh, karena kemarin ini saya malah sempat merasa jadi orang yang paling ga beruntung.


Di saat semua orang tampak punya kekasih / punya gebetan, saya justru cuma bisa gigit jari
Di saat semua orang tampak lancar menulis, saya malah kena writer's block
Di saat semua orang bisa belanja ini itu tanpa mikir, saya malah harus nabung.
Di saat semua orang bisa pergi suka-suka, saya malah stress karena terlalu mikirin ujian.


Tapi, sekarang tiba-tiba saya ngerasa beruntung jomblo jadi bisa menghabiskan waktu dengan keluarga.
Saya bisa pergi ke mana-mana dengan kakak saya. Belakangan ini kita malah seperti temen baik gara-gara punya banyak quality time. Dan saya sangat amat bersyukur akan hal itu, karena biasanya dia sibuk dengan project-project kerjaannya dan saya sendiri sibuk bersosialisai dengan teman / pacar. Pada titik ini saya sadar, how much i love my brothers. And 'much' word doesn't enough to express it.


Saya bersyukur bisa mulai nabung karena saya akhirnya bisa merencanakan liburan dengan hasil keringat saya sendiri. Mudah-mudahan semua bisa terlaksana dengan lancar. It's gonna be awesome! Seminggu lepas dari rutinitas. Very yay!


Saya bersyukur karena saya mikirin ujian karena itu berarti saya masih pengin jadi pinter. Mudah-mudahan hasilnya ga mengecewakan.


Dan untuk writer's block. Itu belum bisa dilihat disyukuri dari mana. To be honest. Tapi saya punya orang-orang sekitar yang memang luar biasa, dengan atau tanpa disadari menguatkan mental saya. Mengingatkan saya bahwa menulis itu untuk kesenangan bukan untuk ambisi, karena menulis seharusnya menjadi terapi. Biar begitu saya tetap membuka mata dan telinga lebar-lebar untuk ide-ide yang mungkin bisa saya gunakan untuk tulisan setengah jadi itu.


Saya ingin sekali mengucap syukur besar-besar. I know, harusnya syukur itu disampaikan kepada Tuhan secara personal. Tapi untuk kali ini ijinkan saya untuk mengumbarnya di sini, sebab rasa syukur ini serasa mendesak terlalu kuat.


Oh i really love my life now!!

30 Apr 2011

Sahabat Saya, Bintang Saya

Ketika saya mengecek twitter pagi ini, saya menyadari ada message dari seorang sahabat saya yang belum terbalas. Seseorang yang sudah sekian lama, menjadi salah satu tempat saya berpulang ketika saya mencari kekuatan. Meskipun dia berada jauh di seberang sana, dia selalu terasa dekat. Email, Twitter, Facebook, SMS, Chatting, kami sudah melalui semua itu. Pertama saya pikir, itu semua yang bisa memapas jarak diantara kita. 


Begitu juga dengan salah satu sahabat saya yang sekarang sedang melanjutkan studinya di luar negri. Pada awalnya ketika dia akan pergi, saya berpikir semua akan terasa sulit. Tidak ada lagi orang yang selalu saya gentayangin setiap hari. Tawa-tawa yang biasa dibagi akan sulit didapat lagi. Saya takut kesepian. Jadi kemarin itu begitu berat rasanya melepas dia pergi. Saya sampai terjaga di malam sebelum dia berangkat. Diam-diam berharap punya kemampuan untuk mengulur-ngulur waktu. Namun sekali lagi, ternyata dengan semua alat komunikasi yang ada, kesepian itu tidak terlalu menyiksa. Dia tetap saja terasa dekat. Jarak bisa tidak terlalu berarti.


Tapi ternyata pagi ini ketika membaca lagi pembicaraan kami lewat message dan media-media lain, saya tiba-tiba menyadari, bukan itu semua itu yang tetap membuat saya merasa dekat dengan mereka. Saya menyadari "KETULUSAN" lah yang membuat semua jarak itu terpangkas.


Ketulusan untuk menanyakan kabar satu sama lain, ketulusan untuk selalu ada ketika dibutuhkan, ketulusan untuk selalu berlari kepada satu sama lain ketika kita dirundung masalah dan ragu, ketulusan untuk selalu berbagi semangat, ketulusan untuk selalu berbagi kebahagiaan, ketulusan untuk selalu berbagi mimpi, ketulusan untuk selalu berbagi apa saja.


Pada akhirnya ketulusan untuk peduli atas satu sama lain. Bukan hanya sekedar basa-basi biasa dengan maksud terselubung.


Dan saya bersyukur sekali bisa diberi kesempatan bertemu dengan orang-orang yang membuat saya bisa belajar berbagi ketulusan itu.


Pagi ini karena percakapan dengan kedua orang sahabat itu, saya teringat akan satu qoute yang pernah saya baca entah di mana:
"Sahabat itu seperti bintang. Mereka tidak selalu kelihatan, tapi mereka selalu ada."


Benar. Sahabat-sahabat saya itu tidak bisa saya lihat setiap harinya tapi mereka selalu ada untuk saya, meskipun di seberang sana. Karena kita terhubung benang yang disebut ketulusan.

22 Apr 2011

Hujan

Hujan membuat siang jadi sendu
Entah mengapa, aku semakin mengingat kamu
Kekasih hati,
apa kabarmu hari ini?
aku ingin tahu kamu ada di mana
Tetapi tangan ini kaku,
otak ini buntu,
lidah ini kelu
Termakan oleh logika, kenyataan yang ada
Tinggal hati yang tidak beku,
berbisik melalui angin,
"Aku rindu kamu. Menggebu-gebu"

19 Apr 2011

Winning Fano's Feeling

Beberapa waktu yang lalu, saya seperti biasa mampir ke web NulisBuku untuk melihat buku-buku baru apa yang menarik. Lalu perhatian saya tertuju pada satu novel dengan judul "WINNING FANO'S FEELING". Saya pun membaca sinopsisnya karena penasaran.

"Demi balas budi Rema bersedia membantu sang sahabat, Airin, yang tengah terlibat dalam taruhan untuk mendapatkan seorang cowok. Rema kemudian gabung ke ekskul sepakbola sekolah sebagai manajer klub karena sang target taruhan yakni Di Stefano, murid baru blesteran Indo-Argentina, tergabung dalam tim sepakbola sekolah sebagai pemain inti. Begitu masuk ke klub tersebut, alih-alih berusaha mencari informasi tentang si target sebanyak mungkin dan berusaha mendekatinya, Rema justru malah terpacu untuk membenahi kondisi tim bola yang sedang krisis. Tumbuh tekad yang kuat dalam diri Rema untuk mengangkat tim demi mencapai target lolos semifinal kejurnas sepakbola antar-smu. Berhasilkah Rema bersama timnya mencapai impian mereka? Dilain itu, kehidupan Rema juga akan diwarnai kisah cinta segitga antara dirinya, sang target, dan kapten tim 'Bima' yang diam-diam telah lama Rema sukai"

Okay, personally i love football. and also the 'football' guys.
Meskipun saya bukan lagi penggemar teenlit, saya tetap tertarik untuk membacanya. Ya karena aspek football itu sendiri.Berapa banyak sih novel yang mengambil latar belakang sepakbola? jarang kan? Dan plus lagi, saya penasaran tentang kisah pria bernama Fano itu. Seorang blasteran Indo-Argentina yang dijadikan target taruhan.

Belum sempat beli, tiba-tiba sang pengarangnya berbaik hati mau membagikan bukunya secara gratis. Saya pasti dong maju pantang mundur buat dapetin buku itu. Dan ternyata keberuntungan sedang ada di pihak saya, i got the book for free!

Begitu buku ini sampai di tangan saya, dengan senang riang saya langsung membacanya. Saya penasaran tentang si Fano, Rema, dan lainnya. Sungguh deh.

Ternyata begitu sekali saya membaca bab pertama, saya ga bisa berhenti baca. Serius. 'WINNING FANO'S FEELING' benar-benar membuat saya ingin terus terus tahu kelanjutan ceritanya. Dan buku ini benar-benar beda sama teenlit-teenlit yang pernah saya baca, karena awalnya saya pikir ceritanya cuma sekedar cerita. Haha-hihi saja.  Ternyata GA SAMA SEKALI.

Banyak banget pesan moral yang diselipin di bagian-bagian alur cerita. Tentang semangat pantang menyerah, tentang persahabatan, tentang kejujuran. Misalnya seperti quote ini:

"It's not failure that embarassing, what's embarassing is not making the challenge"

Bagi yang suka sama cowo ganteng nan misterius, siap-siap senyum-senyum sendiri sepanjang baca buku ini (ga terkecuali saya. sampai disangka gila sama temen-temen yang ada di dekat saya karena keseringan terpekik sendiri sepanjang baca buku ini). Yang suka adegan romantis, banyak banget santapan lezat buat kalian. Favorit saya adalah adegan ini:

"Eh, Fan!", panggil Rema dengan cepat. "Kalau jawabannya gue kasih besok, lo mau dengar ga?"
Fano terperangah. "Yang benar, Re?", tanyanya masih tak percaya.
Rema mengangguk malu. "Mungkin kalau besok lo cetak gol dan bawa tim kita ke perempat final, gue akan sangat mempertimbangkan.", candanya.
Fano terkekeh lucu. Hatinya terasa begitu bahagia. "Oke gue pegang janji lo. Lihat besok pasti gue akan bawa tim kita menang.", yakinnya tanpa keraguan seperti biasa, Fano memang tipe orang yang penuh percaya diri. Sifat yang tidak Rema miliki.
"Ok! gue akan lihat baik-baik.", sahut Rema balas menantang. Keduanya serentak tertawa, lalu saling bertatapan penuh arti dari kejauhan. Waktu terasa berhenti saat itu.

Saat baca adegan di atas, saya tiba-tiba pengin banget jadi Rema. What a lucky girl!!!

Saya jadi pengin SMA lagi, biar bisa ngerasain taksir-taksiran semacam kisah REMA-BIMA-FANO lagi. Cinta segitiga yang manis kaya gulali, bukan ribet kaya lintasan balap mobil. Cinta yang ga kenal logika-logika ribet buat jadi fondasinya.

"WINNING FANO'S FEELING" IS A MUST READ!!! Terutama bagi kita yang kangen sama cerita cinta manis dan ga ribet.


4 Apr 2011

Curhat Cinta & Secangkir Caffeine

Pertama melihat judul buku ini, rasa penasaran saya langsung timbul. Ingin tahu, apa yang sekiranya isi dari buku tersebut. Apakah yang membuat buku itu diberi judul dengan kata 'curhat cinta'.
Terlebih lagi ketika saya mengetahui dari pengarangnya sendiri, bahwa ini adalah bentuk curhatan cintanya dalam kehidupan nyata. Saya makin penasaran untuk membaca. Karena bukankah mendengar curhat cinta seseorang itu seperti mengandung kesenangan tersendiri?

Dan ternyata buku ini benar-benar spesial. Banyak perasaan cinta yang tersampaikan dengan kata-kata indah.

Buku ini berisikan cerita pendek, tweets, surat-surat, dll. ungkapan-ungkapan cinta yang tidak terpaku oleh jenis bentuk karangan. Saya tidak bisa berhenti tersenyum dan terenyuh membaca penyampaian cinta yang ditulis Kak Wangi.

Beberapa yang menjadi favorit saya contohnya adalah:
"LAST LETTER FOR ROMEO"
"The way you spent your time through calling me every night until i fell asleep. And you always texted me when i needed you the most. Happiness was all around. Would it be ever happen again?"

Kutipan itu saya anggap sangat mewakili perasaan patah hati. Surat untuk Romeo itu benar-benar membuat saya tertegun membacanya. Ketika penyesalan selalu datang belakangan. Ketika kita baru tahu bahwa seseorang itu amat berharga saat kita kehilangan dia.

Lalu ada lagi, "THE E-LOVE LETTERS"
berisikan 13 surat cinta untuk seorang pria. Spesialnya karena surat cinta itu masing-masing ditulis dari negara yang berbeda. Paris, London, New York, Dublin antara lain menjadi latarnya. Membaca surat-surat tersebut membuat saya merasa ikut dibawa berada di negara tersebut. Dan saya ikut merasa jatuh cinta dan bertanya-tanya terhadap kekasihnya, seperti yang dialami si penulis surat tersebut.

"Uda, aku rindu senyum Uda. Sayang sekali, senyum Uda tak bisa dikirimkan lewat surat."
"Akankah kita berakhir bahagia? menikah? menghabiskan sisa waktu kita bersama selamanya? kalo iya, bisakah kita menikah di Praha, Uda?"

Serta ada lagi kumpulan tweets #DearUda yang sukses membuat saya cekikikan sendiri.

Rasa patah hati, jatuh cinta, ragu, marah yang digambarkan di dalam buku ini dengan cerita-cerita yang berbeda, membuat buku ini menjadi wajib untuk dibaca. Kak Wangi benar-benar berhasil melukiskan semuanya dengan bahasa yang menyentuh dan lugas.

Curhat Cinta & Secangkir Caffeine membuat saya tenggelam dalam kisah-kisahnya :)

4 Mar 2011

Mr. Distraction

Kepada yang tersayang Mr. Distraction,


Bagaimana pagimu hari ini? Apa tidurmu sudah cukup? Hari ini aku bangun dan memutuskan untuk menuliskan ini. Mengungkapkan rasa yang menyesakkan dada.


Mr. Distraction, tahukah kamu, aku telah berkali-kali berusaha membunuh hatiku? agar aku tidak perlu terus-terusan berharap pada kamu. 


Apa kamu sadar bahwa aku begitu mengagumi kamu? kamu yang pintar, kamu yang punya ambisi untuk mengejar mimpimu. Kamu yang selalu optimis akan segala sesuatu. Semua percakapan kita, membuat aku semakin jatuh hati padamu. Aku belum pernah menemukan sosok laki-laki sepertimu.


Kamu. Tanpa kamu sadari telah membuat aku termotivasi untuk jadi seseorang yang kira-kira kamu banggakan. Aku belajar lebih giat. Aku jadi seseorang yang lebih baik. Aku mulai mengejar kembali mimpiku.


Kamu adalah inspirasi terbesarku.


Tapi kamu tetap diam di sana, tidak memberi aku kesempatan untuk masuk lebih jauh dalam hidupmu. Apa kamu tidak sadar, semua percakapan yang aku buat. Aku mencari celah. Tapi kamu hanya hadir ala kadarnya. Maafkan aku yang mungkin bukan wanita brilian seperti mereka yang ada di sekitarmu. Tapi aku serius. Serius dengan rasa ini. Aku ingin mengenalmu lebih jauh. Bisakah kamu berikan aku kesempatan? Bisakah kamu buka hatimu sedikit?


Waktu itu aku meminta sesuatu kepadamu. Waktu itu di saat aku tidak berharap lagi atas cinta. Tapi kamu memberinya lebih. Memberi sesuatu yang berbeda. Aku jadi melihat seperti apa sosokmu yang sesungguhnya. Aku kagum. Aku jadi punya rasa. Aku membayangkan apa jadinya bila bersamamu. Pasti indah. Terlalu indah.


Terlalu indah untuk jadi nyata?


Mr. Distraction, katakan padaku bagaimana caranya memenangkan hatimu? Aku sungguh ingin tahu.


Aku ingin jadi seseorang yang bisa mengucapkan selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam kepadamu tanpa harus merasa takut. Aku ingin menjadi seseorang yang selalu kau lemparkan senyum ketika bahagia. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa membuatmu tertawa lepas di saat kau penat. Aku ingin menjadi seseorang yang mengingatkanmu untuk istirahat di sela kesibukanmu. Aku ingin memberikan segudang perhatian kepadamu.


Aku ingin menjadi seseorang yang kau perbolehkan mengirimkan pesan-pesan kecil cinta. Aku ingin menyanyikan sweet love songs kepadamu.


Aku ingin, mr. distraction. Aku sungguh ingin.


Katakan padaku apa yang harus aku lakukan!


Aku putus asa menanti hatimu yang tidak teraih. Aku putus asa memimpikan saat-saat indah bersamamu, terbangun dan sadar bahwa itu tidak nyata. Aku putus asa atas sikapmu yang terlalu acuh.


Aku putus asa untuk tetap memelihara harapan yang menggebu-gebu karena ini seperti membunuhku perlahan. Aku ingin berhenti mengejarmu. Tapi aku tidak akan pergi, aku akan tetap di sini. Dengan harapan indah yang sama, dan rasa yang tidak pernah berubah. Aku akan tetap ada, jika kau mencari.


Pergilah, mr. Distraction. Carilah apa yang belum kau temukan. Ijinkanlah aku tetap mendoakan dan mencintaimu dari sini.




Pengagummu,
Aku