4 Mar 2011

Mr. Distraction

Kepada yang tersayang Mr. Distraction,


Bagaimana pagimu hari ini? Apa tidurmu sudah cukup? Hari ini aku bangun dan memutuskan untuk menuliskan ini. Mengungkapkan rasa yang menyesakkan dada.


Mr. Distraction, tahukah kamu, aku telah berkali-kali berusaha membunuh hatiku? agar aku tidak perlu terus-terusan berharap pada kamu. 


Apa kamu sadar bahwa aku begitu mengagumi kamu? kamu yang pintar, kamu yang punya ambisi untuk mengejar mimpimu. Kamu yang selalu optimis akan segala sesuatu. Semua percakapan kita, membuat aku semakin jatuh hati padamu. Aku belum pernah menemukan sosok laki-laki sepertimu.


Kamu. Tanpa kamu sadari telah membuat aku termotivasi untuk jadi seseorang yang kira-kira kamu banggakan. Aku belajar lebih giat. Aku jadi seseorang yang lebih baik. Aku mulai mengejar kembali mimpiku.


Kamu adalah inspirasi terbesarku.


Tapi kamu tetap diam di sana, tidak memberi aku kesempatan untuk masuk lebih jauh dalam hidupmu. Apa kamu tidak sadar, semua percakapan yang aku buat. Aku mencari celah. Tapi kamu hanya hadir ala kadarnya. Maafkan aku yang mungkin bukan wanita brilian seperti mereka yang ada di sekitarmu. Tapi aku serius. Serius dengan rasa ini. Aku ingin mengenalmu lebih jauh. Bisakah kamu berikan aku kesempatan? Bisakah kamu buka hatimu sedikit?


Waktu itu aku meminta sesuatu kepadamu. Waktu itu di saat aku tidak berharap lagi atas cinta. Tapi kamu memberinya lebih. Memberi sesuatu yang berbeda. Aku jadi melihat seperti apa sosokmu yang sesungguhnya. Aku kagum. Aku jadi punya rasa. Aku membayangkan apa jadinya bila bersamamu. Pasti indah. Terlalu indah.


Terlalu indah untuk jadi nyata?


Mr. Distraction, katakan padaku bagaimana caranya memenangkan hatimu? Aku sungguh ingin tahu.


Aku ingin jadi seseorang yang bisa mengucapkan selamat pagi, selamat siang, dan selamat malam kepadamu tanpa harus merasa takut. Aku ingin menjadi seseorang yang selalu kau lemparkan senyum ketika bahagia. Aku ingin menjadi seseorang yang bisa membuatmu tertawa lepas di saat kau penat. Aku ingin menjadi seseorang yang mengingatkanmu untuk istirahat di sela kesibukanmu. Aku ingin memberikan segudang perhatian kepadamu.


Aku ingin menjadi seseorang yang kau perbolehkan mengirimkan pesan-pesan kecil cinta. Aku ingin menyanyikan sweet love songs kepadamu.


Aku ingin, mr. distraction. Aku sungguh ingin.


Katakan padaku apa yang harus aku lakukan!


Aku putus asa menanti hatimu yang tidak teraih. Aku putus asa memimpikan saat-saat indah bersamamu, terbangun dan sadar bahwa itu tidak nyata. Aku putus asa atas sikapmu yang terlalu acuh.


Aku putus asa untuk tetap memelihara harapan yang menggebu-gebu karena ini seperti membunuhku perlahan. Aku ingin berhenti mengejarmu. Tapi aku tidak akan pergi, aku akan tetap di sini. Dengan harapan indah yang sama, dan rasa yang tidak pernah berubah. Aku akan tetap ada, jika kau mencari.


Pergilah, mr. Distraction. Carilah apa yang belum kau temukan. Ijinkanlah aku tetap mendoakan dan mencintaimu dari sini.




Pengagummu,
Aku