4 Feb 2011

Teringat Mama

Suara itu kembali terngiang,
begitu dekat dan lekat tapi tidak bisa tersentuh
Aroma itu kembali tercium,
begitu menyergap tapi tidak tergapai
Duri-duri rindu kembali menggores-gores hatiku
Bunda, bisakah kau mendengarku dari sana?
Aku rindu memeluk tubuh letihmu
Aku rindu mencium wajah sayumu
Aku rindu mendengar ceritamu,
mendengar tawamu,
atau bahkan sekedar helaan napasmu yang dahulu terasa sangat mengganggu
Maafkan air mata yang senantiasa jatuh saat mengingatmu
Aku bukan tidak merelakanmu bahagia dalam peristirahatan terakhirmu,
namun kadang rasa rindu begitu menusuk, mengulik ke dalam sumsum tulang
Bunda,
peluklah aku dalam keheninganmu
kecuplah aku dalam ketidaktampakanmu
karena aku begitu merindukanmu


-14 April-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar