Mantan kekasih yang tersayang,
Bolehkah aku menangis untukmu? atas cintaku yang masih menggebu?
dan bolehkah aku tau apa yang tercetus di pikiranmu saat pergi meninggalkanku?
Apa kau sungguh tidak lagi menyayangiku saat itu, minimal menyayangi perasaan kita yang sedang terbangun?
Lalu untuk apa kau menghampiriku dulu saat aku mulai lupa apa itu cinta?
Sejak saat itu, Sang Asa mulai memperkenalkan dirinya kepadaku. Kau juga kenal dia kan?
sungguh baik hatinya. Dia yang membuatku merasa begitu bahagia beberapa waktu lalu.
Tetapi kenapa kau malah pergi meninggalkanku saat dia memperkenalkanku dengan temannya, Sang Cinta?
Aku kecewa meskipun mungkin hanya mereka berdua yang tau.
Walaupun begitu, tampaknya Sang Asa merasa iba kepadaku sebab dia sempat mengalihkan pikiranku kepada beberapa lelaki.
Namun sepertinya Sang Cinta tidak pernah sependapat dengannya.
Apa kau tau sekarang ini hatiku masih saja terasa sakit karena kau pergi?
Terlebih sakit lagi saat mengetahui bahwa kau sudah bersama dengan yang lain.
Mengapa kau yang lebih dulu melupakan kisah kita padahal kau yang lebih dulu memulainya?
Aku melihatmu tersenyum padanya, tertawa padanya, merajuk kepadanya.
Hanya sekedar ingin tau, apa binar matamu untukku dulu, kau berikan kepadanya?
Apa rayuanmu untukku dulu, kau bisikkan juga di telinganya?
Saat ini aku sungguh terluka,
melihatmu merajut kisah dengannya seperti drama milik kita dulu.
Sang Cinta telah memutuskan untuk mengundurkan diri. Sang Asa pun sepertinya begitu.
Aku hanya tinggal berdua bersama teman baruku, Sang Air Mata.
-2 Desember-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar